NADIKABAR.COM — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta wartawan tak hanya menulis tentang pencapaian pemerintah. Namun, dia meminta wartawan juga menulis kritik jika pemerintah keliru.
Hal itu disampaikannya dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 di Sekolah Rakyat Terpadu, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026). Mulanya, Gus Ipul menyampaikan peran wartawan untuk masyarakat.
"Bagi kami, wartawan bukan sekadar menyampaikan berita. Wartawan adalah mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara," kata Gus Ipul dalam sambutannya.
Dia menyebut di Kementerian Sosial, hampir setiap urusan memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Sebab, kata dia, yang diurus adalah manusia, bukan hanya sekadar angka, anggaran dan kegiatan.
"Ada 12 kelompok pemerlu atensi sosial atau sering kita sebut 12 PAS. Mulai dari anak-anak rentan, penyandang disabilitas, lansia telantar, korban bencana, hingga fakir miskin. Di balik setiap angka ada manusia, di balik setiap manusia ada cerita dan di balik setiap cerita ada harapan yang harus kita jaga," ucapnya.