NADIKABAR.COM — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis darurat terhadap seekor bayi orangutan yang ditemukan dalam kondisi lemas di daerah aliran sungai Kabupaten Kutai Timur.
"Satu individu bayi orangutan diselamatkan di Kutai Timur setelah terpisah dari induknya yang dilaporkan diterkam buaya," kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Sabtu
Tim gugus tugas evakuasi langsung menerjunkan dokter hewan dan petugas medis satwa untuk menangani kondisi fisik anak primata tersebut. Laporan mengenai bayi orangutan dalam kondisi lemas diterima Minggu (11/10/2026) pada pukul 20.30 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Bayi orangutan diperkirakan berusia di bawah satu tahun tersebut dievakuasi setelah warga melaporkan keberadaan tanpa pendampingan induk.
Pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan satwa langka terancam punah ini mengalami dehidrasi ringan serta penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi.
"Pemberian cairan rehidrasi, vitamin, serta penanganan suhu tubuh menjadi fokus utama medis guna memulihkan stabilitas fisiknya," ujar Ari.
BKSDA Kaltim berkoordinasi bersama pusat rehabilitasi satwa untuk memastikan lokasi perawatan lanjutan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang orangutan.
Proses karantina dan observasi kesehatan dilakukan guna memantau perkembangan fungsi organ tubuh serta pola konsumsi makanan harian satwa.
"Setelah melalui tahap pemeriksaan dan dinyatakan bebas penyakit menular, ia akan dipersiapkan untuk bergabung dengan bayi orangutan lainnya dalam proses rehabilitasi dan sekolah hutan," tutur Ari.
Langkah penyelamatan ini ditempuh guna mencegah potensi risiko kematian satwa liar dilindungi yang terpisah dari habitat alaminya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan keberadaan satwa dilindungi yang membutuhkan pertolongan medis," ucap Ari.
Partisipasi aktif warga dalam melaporkan keberadaan satwa liar dinilai menjadi kunci penyelamatan keanekaragaman hayati daerah.
Penguatan patroli di kawasan penyangga hutan terus ditingkatkan demi menjaga ruang hidup aman bagi keberlangsungan populasi orangutan Kalimantan.
"Komitmen kami adalah memastikan setiap satwa endemik yang terevakuasi mendapatkan perawatan medis memadai hingga siap dilepasliarkan," ujar Ari.