NADIKABAR.COM — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), setelah menerima laporan adanya 12 bekantan (Nasalis larvatus) mati terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) langsung mengerahkan tim penyelamat satwa (wildlife rescue) ke lokasi.
Kepala BKSDA Kalsel Agus Ngurah Krisna Kepakisan mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai adanya bekantan yang mati dan langsung menindaklanjuti laporan itu dengan mengerahkan tim penyelamat satwa ke lokasi dan melakukan pengecekan lapangan.
"Kami langsung memerintahkan tim penyelamat satwa untuk turun ke lokasi kejadian di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, guna melakukan pengecekan lapangan,” katanya di Banjarbaru, Jumat.
Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan aparat desa, kepala desa, dan masyarakat setempat, untuk melakukan penyisiran di sepanjang sungai. Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan 12 bekantan yang terdampak karhutla.