Berdasarkan keterangan kepala desa dan hasil peninjauan di lapangan, kata dia, api diduga berasal dari luar areal habitat bekantan yang terbawa angin kencang hingga merembet ke kawasan habitat bekantan pada sore menjelang malam hari.
βDari keterangan kepala desa, api itu memang bukan berasal dari desa setempat. Api diduga berasal dari tempat lain yang terbawa angin hingga merembet masuk ke area habitat bekantan ini,β ucap Agus.
Berdasarkan catatan BKSDA Kalsel, populasi bekantan di Kalsel pada 2025 diperkirakan sekitar 3.700 individu. Sekitar sepertiga populasi berada di kawasan konservasi, sedangkan dua pertiganya berada di luar kawasan konservasi, seperti hutan produksi, hutan lindung, dan Areal Penggunaan Lain (APL).
Sebanyak 12 bekantan yang terdampak karhutla di Balimau tersebut berada di kawasan APL yang merupakan tanah milik desa setempat.