β€œKami segera melapor ke pimpinan di Pangkalan Bun untuk menindaklanjuti upaya penyelamatan,” ujarnya.

Kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) bergerak menuju Kota Sampit, Kotim.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat (23/10) dan langsung melakukan operasi penyelamatan di Desa Kandan.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan induk dan anak orangutan. Pemeriksaan awal kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik keduanya, terutama kemungkinan adanya luka atau gangguan akibat jerat maupun faktor lain di lingkungan sekitar.

β€œDari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tali yang melilit pergelangan tangan kiri dan kanan induk orangutan. Tali tersebut kemudian diputus untuk melepaskan jeratan yang menempel pada tubuh orangutan tersebut,” ungkapnya.

Muriansyah menyebutkan, luka yang cukup parah ditemukan pada bagian bekas lilitan tali di kedua pergelangan tangan induk orangutan. Petugas menduga kuat tali tersebut merupakan jerat yang biasa digunakan untuk menangkap babi.