NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimplementasikan teknik penyemaian dry ice atau es kering melalui operasi modifikasi cuaca guna mengurai kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa langkah taktis tersebut difokuskan untuk menembus lapisan inversi atmosfer yang menahan asap di dekat permukaan tanah ketika ketersediaan awan potensial hujan terbatas.
Dalam kondisi tersebut, asap karhutla yang sangat pekat kerap terjebak di lapisan atmosfer bawah hingga ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki akibat lapisan inversi yang bertindak menyerupai penutup pergerakan udara vertikal.