Melalui penyemaian dry ice secara akurat dari pesawat di atas lapisan tersebut, proses sublimasi bahan ini memicu pendinginan serta penurunan suhu secara mendadak untuk membuka kembali aliran konveksi agar asap dapat naik dan terurai.
Seto mengungkapkan bahwa intervensi dry ice memiliki mekanisme dan tujuan berbeda dari penyemaian awan konvensional untuk memicu hujan, di mana fokus utamanya adalah mengubah kestabilan udara di atmosfer bagian atas saat kondisi langit cenderung kering.
Keberhasilan operasi ini dievaluasi secara terukur menggunakan parameter peningkatan jarak pandang atau visibility serta penurunan konsentrasi partikel polutan PM2.5 di udara, khususnya pada kawasan vital seperti bandar udara.