Kendati demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat kualitas udara Jakarta terbebas dari pencemaran. Stafsus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyebut sejumlah titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat.
Salah satu parameter yang menjadi perhatian adalah partikel halus PM2.5. Selain asap karhutla, kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan kondisi musim kemarau.
"Kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan kondisi musim kemarau," ujarnya.