"Sejak Maret pula kami memprediksi bahwa akibat dari aktifnya El Nino berbarengan dengan musim kemarau, maka musim kemarau kita secara umum itu akan menjadi lebih panjang dan menjadi lebih kering," ujar Marjuki.

Berdasarkan pemodelan cuaca BMKG, El Nino diprediksi masih bertahan hingga awal 2027. Kondisi tersebut berimplikasi terhadap kedatangan awal musim hujan secara nasional yang diperkirakan mengalami kemunduran dari waktu normalnya.

BMKG mencatat sebanyak 529 zona musim atau setara dengan 61,08 persen luasan daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan. Sementara itu, sebanyak 26 zona musim berada pada kondisi normal dan 11 zona musim tercatat mengalami awal musim hujan lebih maju.

Marjuki mengatakan pada Oktober, curah hujan di wilayah-wilayah selatan ekuator masih cenderung sangat rendah dan kering.