Penghargaan dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) tersebut diserahkan Ketua Umum PERHUMAS, Boy Kelana Soebroto, dalam rangkaian Konvensi Humas Indonesia 2026 di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (17/10).
Taufan menjelaskan, komunikasi publik yang adaptif dan kredibel berperan besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG), cuaca, iklim, kualitas udara, hingga aktivitas kegempaan.
Menurutnya, informasi tersebut tidak hanya harus tersedia, tetapi juga wajib dipahami dengan baik guna mendukung mitigasi risiko bencana secara tepat.