NADIKABAR.COM — Pemerintah menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia mulai beroperasi pada 2032 di Sumatera. Rencana tersebut tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 yang telah disahkan pada 26 Mei 2025.
Pengembangan PLTN juga akan dilanjutkan pada 2033 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah telah memasukkan energi nuklir sebagai salah satu sumber pembangkit listrik dalam perencanaan ketenagalistrikan nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dalam mendukung pengembangan teknologi nuklir, Indonesia juga mendapat tawaran kerja sama dari sejumlah negara seperti Rusia, Jerman, Jepang, hingga Kanada.
"Dan salah satu pembicaraan adalah menyangkut dengan Rusia menawarkan teknologi nuklir di Indonesia. Jerman juga menawarkan hal yang sama. Jepang juga menawarkan yang sama. Korea, Kanada juga melakukan penawaran yang sama," ujar Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).