NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada di level merah atau sangat tidak sehat sehingga harus diwaspadai bersama.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Senin, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara pada Senin pukul 14.00 WIB berada pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.

Dia menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 155,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.

Meskipun demikian, kata dia, angka tersebut jauh mengalami penurunan dibandingkan pada awal hingga pertengahan Oktober 2026 di mana polutan halus PM2.5 di wilayah pemantauan seperti Musi 2 dan Talang Betutu sempat melonjak ekstrem hingga menembus angka 493 hingga lebih dari 1.000 µg/m³, yang menempatkannya jauh di dalam zona sangat berbahaya.

Menurutnya, penurunan status indeks kualitas udara itu disebabkan oleh operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan BNPB selama dua hari berturut-turut pada 15-16 Oktober 2026 guna mengatasi kabut asap akibat karhutla di Sumatera Selatan.

"Berkat penyemaian dry ice kualitas udara di Kota Palembang selama tiga hari terakhir berangsur membaik dan meningkatkan jarak pandang secara signifikan," ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," ujarnya.