Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan pelaksanaan OMC harus didasarkan pada kajian meteorologis, kondisi atmosfer, dan kebutuhan operasional. Melalui intervensi awan, operasi ini diharapkan dapat membantu memicu hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar. Upaya ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lingkungan yang lebih nyaman di tengah kondisi suhu panas," tutur Seto.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan kondisi atmosfer lokal yang lembap dan massa udara konvektif pada periode penyemaian awan mendukung potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Hingga Jumat (23/10), BMKG telah melakukan empat sorti penerbangan untuk penyemaian awan dengan menaburkan total 4.000 kilogram garam atau natrium klorida (NaCl).
"Pada Jumat (23/10), telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan di ketinggian 10.000-11.000 kaki (3.048-3.352,8 meter)," ujar Budi.
"Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di area Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor; sedangkan penerbangan sorti kedua berfokuskan pada penyemaian di area Bogor," paparnya.