NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung mundur dan lebih pendek hanya sekitar tiga hingga empat bulan.

"Musim hujan normal berlangsung selama enam hingga tujuh bulan. Sedangkan musim hujan kali ini di NTB lebih pendek dengan durasi dominan sekitar 10-12 dasarian atau kurang lebih tiga sampai empat bulan," kata Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo dalam konferensi pers di Lombok Barat, Rabu.

Fenomena musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya akibat pengaruh El Nino sangat kuat, sirkulasi monsun, dan suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan NTB mempengaruhi kedatangan dan durasi musim hujan.

Pada Agustus 2026, kondisi suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah ekuator berada dalam kondisi El Nino sangat kuat dengan indeks +2,83 derajat Celcius.

Adapun angin baratan atau Monsun Asia diprediksi mulai aktif pada November 2026. Saat ini sirkulasi angin timuran atau Monsun Australia pada lapisan 850mb masih mendominasi wilayah Indonesia.

Sedangkan anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia pada Oktober 2026 hingga Maret 2026 diprediksi akan didominasi oleh kondisi normal hingga hangat yang berkisar antara minus 0,5 sampai 1 derajat Celcius.