NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkuat edukasi dan simulasi evakuasi tsunami di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyusul potensi tsunami dengan ketinggian hingga 15 meter berdasarkan hasil pemodelan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Ana Oktavia Setiowati di Cilacap, Rabu, mengatakan estimasi waktu tiba tsunami di pesisir Cilacap sekitar 43-45 menit setelah gempa bumi terjadi.

“Informasi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini,” katanya dalam pembukaan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami yang diselenggarakan BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara di Cilacap.

Berdasarkan data pengamatan BMKG periode 2009 hingga Maret 2026, kata dia, tercatat sekitar 1.801 kejadian gempa bumi di wilayah Cilacap, dengan 11 kejadian diantaranya dirasakan masyarakat.

Menurut dia, potensi gempa bumi di wilayah tersebut antara lain berkaitan dengan Sesar Ajibarang dan zona megathrust di selatan Jawa.

“Berdasarkan pemodelan skenario terburuk, gempa bumi bermagnitudo hingga 9,1 pada segmen megathrust di selatan Jawa menjadi salah satu skenario penting dalam mengkaji potensi tsunami di pesisir selatan,” katanya.