NADIKABAR.COM — Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto ungkap gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa terus terjadi hingga 3-4 minggu ke depan. Kejadian ini terus terjadi pasca-gempa bumi utama M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Diketahui sudah ada lebih dari 4 ribu gempa susulan yang terus terjadi. Gempa susulan ini masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.
"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam," kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8) dalam rilis resmi BMKG dikutip, (22/8/2026).
Berbagai gempa susulan yang terjadi, memiliki kekuatan yang cukup besar. Dengan begitu, warga setempat kembali ikut merasakan gempa tersebut.
"BMKG mencatat peristiwa guncangan kuat terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB berkekuatan M5,6, serta 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB berkekuatan M5,8. Selanjutnya, gempa signifikan kembali mengguncang pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M5,8," jabarnya.