"Sementara klaster bagian timur mulai menurunkan intensitas aktivitasnya secara bertahap," papar BMKG.

Hingga saat ini, BMKG terus memantau perkembangan gempa susulan dengan sistem pemantauan real-time 24 jam sehari selama 7 hari seminggu. Hasil pemantauan akan dianalisis lebih lanjut oleh petugas BMKG di lapangan.

BMKG juga mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat luas juga diimbau untuk mengikuti informasi melalui kanal-kanal resmi BMKG.

"Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Informasi resmi ini dapat diakses publik secara luas melalui kanal media sosial resmi BMKG seperti di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel," pungkas Wijayanto.