Intensitas ini juga memicu kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan terdampak. Tak hanya bangunan yang rusak, gempa susulan juga menimbulkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.

Menurut data seismisitas harian atau data terkait ukuran frekuensi, jenis, dan sebaran geografis gempa bumi di suatu wilayah tertentu, menjelaskan fokus aktivitas gempa terus berubah. Gempa susulan tidak menyebar secara homogen, tapi membentuk beberapa klaster.

Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust. Sementara itu, klaster susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Selama pemantauan, BMKG menemukan bila pada hari pertama hingga keempat pasca-gempa utama, gempa bumi menyebar merata di seluruh klaster dari timur ke barat. Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan memusatkan kekuatannya di klaster bagian barat.