NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap lapisan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat terdeteksi berada di atmosfer wilayah Jakarta. Namun, lapisan asap tersebut masih berada di ketinggian sekitar 2-3 kilometer dan belum tentu turun ke udara dekat permukaan yang dihirup masyarakat.
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki mengatakan keberadaan lapisan asap itu terpantau melalui citra satelit Himawari-9. Selain DKI Jakarta, lapisan asap juga terdeteksi berada di wilayah Banten dan Jawa Barat.
Asap tersebut terbawa angin di lapisan atmosfer atas. Karena itu, keberadaannya tidak serta-merta menunjukkan bahwa polusi udara di permukaan Jakarta mengalami peningkatan.
"Artinya, citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG menunjukkan adanya lapisan asap di udara di atas wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Lapisan ini berada di ketinggian sekitar 2 sampai 3 kilometer dan terbawa angin di lapisan atas. Dalam bahasa sederhana, asap tersebut 'lewat di atas' dan belum turun ke udara dekat permukaan yang kita hirup," kata Marjuki saat dihubungi NadiKabar, Minggu (18/10/2026).