Berdasarkan informasi gelombang wilayah perairan NTB yang berlaku pada 9 Oktober pukul 08.00 WITA hingga 10 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter juga terpantau di perairan selatan Pulau Lombok, perairan selatan Sumbawa, Selat Alas bagian utara dan selatan, serta Samudra Hindia sebelah selatan NTB.
Ari mengingatkan kondisi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal yang beroperasi di wilayah perairan terdampak.
"Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, waspada tinggi gelombang yang mencapai lebih dari 2 dua meter," kata Ari Wibianto.