NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi akibat peningkatan kecepatan angin di bagian utara dan selatan perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto mengatakan gelombang tinggi tersebut diprediksi bertahan selama sepekan ke depan.

"Semakin kuat kecepatan angin, semakin lama durasinya, dan semakin jauh jarak tiupannya (fetch), maka semakin tinggi dan besar gelombang yang terbentuk," ucapnya di Mataram, Jumat.

Ari menjelaskan perbedaan tekanan udara antara Australia dan Asia memperkuat kecepatan angin di wilayah perairan NTB.

Menurut dia, pusat tekanan tinggi saat ini terjadi di sekitar Australia dan wilayah Asia memiliki tekanan udara yang relatif lebih rendah.

BMKG memperkirakan dalam tiga hari ke depan tinggi gelombang di Selat Lombok bagian utara mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Sedangkan Selat Lombok bagian selatan berpotensi mengalami tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Berdasarkan informasi gelombang wilayah perairan NTB yang berlaku pada 9 Oktober pukul 08.00 WITA hingga 10 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter juga terpantau di perairan selatan Pulau Lombok, perairan selatan Sumbawa, Selat Alas bagian utara dan selatan, serta Samudra Hindia sebelah selatan NTB.

Ari mengingatkan kondisi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal yang beroperasi di wilayah perairan terdampak.

"Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, waspada tinggi gelombang yang mencapai lebih dari 2 dua meter," kata Ari Wibianto.