Di balik tawaran pesangon tersebut, BMW berupaya menekan biaya tenaga kerja dalam jangka panjang.

Perusahaan memperkirakan pengurangan 8.000 pekerjaan dapat menghasilkan penghematan sekitar 1 miliar euro per tahun mulai 2028.

Langkah efisiensi itu berlangsung ketika BMW menghadapi tekanan di pasar China. Penjualan perusahaan di negara tersebut dilaporkan merosot hampir 25 persen secara tahunan pada kuartal III. Pertumbuhan di Eropa dan Amerika belum mampu sepenuhnya mengimbangi penurunan tersebut.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana perubahan permintaan pasar dan tekanan biaya mendorong produsen otomotif global menata ulang struktur operasionalnya, termasuk melalui pengurangan tenaga kerja.