Perseroan juga memperluas pilihan layanan untuk menjangkau kebutuhan nasabah yang lebih beragam, salah satunya melalui wondrZ yang diperuntukkan bagi anak dan remaja.

Sedangkan di segmen bisnis dan korporasi, BNIdirect mencatat nilai transaksi Rp9.324 triliun hingga kuartal III-2026 atau tumbuh 16 persen (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 293 ribu atau meningkat 19 persen (yoy).

Perseroan turut mengembangkan wondr Merchant untuk membantu pelaku usaha menerima pembayaran digital dan mengelola aktivitas transaksi sehari-hari.

Pertumbuhan aktivitas pada platform digital tersebut turut mendukung penguatan dana murah BNI. Hingga kuartal III-2026, CASA tumbuh 19,6 persen (yoy) menjadi Rp733,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan CASA industri perbankan sebesar 9,7 persen.

Penguatan struktur pendanaan tersebut memberikan ruang bagi BNI untuk menjaga kapasitas intermediasi. Hingga kuartal III-2026, kredit BNI tumbuh 22,2 persen (yoy).

Menurut Okki, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan layanan digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga semakin terhubung dengan pertumbuhan bisnis perseroan.

Perseroan juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan sektor publik. Pengembangan tersebut memperoleh pengakuan melalui tiga penghargaan GovMedia Awards 2026 di Singapura dalam kategori Digital Initiative, Process Optimization, dan Public Sector Initiative.