NADIKABAR.COM β Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menekankan pentingnya membedakan penanganan pecandu dan penyalahguna narkotika dengan pengedar serta bandar agar rehabilitasi dan penegakan hukum berjalan tepat sasaran.
βOptimalisasi rehabilitasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pendekatan pemulihan bagi pecandu dan penyalahguna narkotika yang memenuhi kriteria,β kata Sekretaris Utama BNN RI Asep Saepudin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Asep mengatakan pembedaan tersebut diperlukan agar individu yang membutuhkan pemulihan memperoleh akses rehabilitasi yang sesuai, sementara penegakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkotika tetap dilaksanakan.
Selain mendukung proses pemulihan, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan pidana penjara bagi individu yang lebih tepat ditangani melalui rehabilitasi. Langkah itu juga diharapkan membantu mengatasi kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan).
BNN mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mewujudkan penanganan narkotika yang lebih tepat sasaran. Optimalisasi rehabilitasi diharapkan dapat memperkuat pemulihan sekaligus mendukung penyelesaian persoalan kelebihan kapasitas lapas dan rutan.