NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya lima relawan yang bertugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan kawasan pegunungan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Rabu, menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada kelima relawan yang wafat saat mendukung pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo, masing-masing atas nama Sukaris, Hendra Roni Wagiyanta, Sefria Alfriansyah, Agus Prayitno, dan Wisnu Yuda Pratama.

"Kepada lima pahlawan karhutla ini, kami sampaikan rasa penghormatan yang setinggi-tingginya dan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh keluarga danhandai tolan diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa," kata dia.

Berton memaparkan bahwa ancaman karhutla di wilayah pegunungan se Pulau Jawa belakangan ini semakin meningkat. Pihaknya mencatat mulai dari penanganan kebakaran yang dilakukan hingga 13 kali di pegunungan TNBTS dam 16 kali di wilayah Gunung Kawi.

Selain itu, peristiwa serupa turut melanda kawasan Gunung Sumbing di wilayah Wonosobo, Jawa Tengah yang mencakup Kecamatan Kalikajar, Kaliangkrik, dan Kajoran.

Menurut dia, laporan yang diterima kebakaran tersebut menghanguskan kawasan hutan Gunung Sumbing seluas 140 hektare dari 14 titik api, serta memaksa evakuasi lebih dari 160 pendaki dari lokasi kejadian.

Menanggapi eskalasi risiko tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan pengelola taman nasional untuk menetapkan status siaga darurat jika diperlukan dan menutup langsung jalur pendakian.

"Ditutup demi keamanan, jalur pendakian di sejumlah gunung seperti Gede Pangrango, Semeru, dan Ijen," cetusnya.