Adapun berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jarak pandang atau visibility yang sebelumnya terbatas berangsur meningkat dari 1.000 meter pada pukul 13.00 WIB menjadi kisaran 1.500 hingga 2.000 meter beberapa jam kemudian.
Secara teoretis, Berton mengungkapkan bahwa penyemaian dry ice ditujukan untuk memengaruhi struktur lapisan inversi, yakni kondisi ketika lapisan udara di atas lebih hangat daripada lapisan di bawahnya, sehingga dapat melemahkan kestabilan lapisan tersebut.
Terbukanya lapisan udara ini diharapkan mampu mendorong pelepasan partikel asap yang terperangkap di permukaan dan meningkatkan jarak pandang secara signifikan.