Sementara itu, setelah pelaksanaan sorti kedua dan ketiga, jarak pandang tercatat stabil di angka 2.800 meter dan terus meningkat hingga mencapai 3.000 meter, serta bertahan stabil hingga pukul 20.30 WIB.
Kondisi ini dinilai mampu menciptakan situasi yang lebih kondusif bagi keselamatan dan kelancaran aktivitas penerbangan setempat.
Meski demikian, Berton menyebutkan bahwa efektivitas penggunaan metode dry ice ini masih memerlukan pengkajian dan penelitian lanjutan guna memastikan sejauh mana peran bahan tersebut dibandingkan dengan faktor meteorologis lainnya dalam memperbaiki kualitas jarak pandang.