Hingga hari ini, Posko Dukungan Logistik Nasional di Bandara Halim telah ditutup dan bantuan selanjutnya dialihkan ke Gudang Logistik BNPB di Jati Asih, Kota Bekasi. Jaringan listrik dan telekomunikasi berangsur pulih dan rumah sakit lapangan telah berdiri.
"Kami juga mendirikan tenda darurat sebagai sekolah sementara sehingga tidak ada anak-anak yang tidak bersekolah," kata Suharyanto.
BNPB saat ini fokus pada verifikasi data kerusakan rumah. Untuk rumah rusak ringan diberikan bantuan stimulan Rp15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, sementara untuk rumah rusak berat akan dibangun hunian sementara atau diberikan Dana Tunggu Hunian sebelum dibangunkan rumah baru tipe 36.
Sementara itu, dia mengatakan untuk bencana karhutla masih menjadi tantangan besar. Hingga 6 September 2026, total lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 72.009,10 hektare, dan 939,45 hektare di antaranya masih belum padam.
Operasi pemadaman di enam provinsi prioritas melibatkan 43.481 personel gabungan dari BNPB, BPBD, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan relawan. Sebanyak 55 unit armada udara diterjunkan, terdiri dari 19 heli patroli atau pesawat OMC dan 36 heli water bombing. Tiga unit heli Chinook tambahan dari Kementerian Pertahanan direncanakan datang 10 September 2026.
Dukungan logistik, personel, dan armada udara terus diprioritaskan ke wilayah-wilayah terdampak berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kebutuhan di lapangan. Suharyanto mengakui penanganan karhutla menghadapi sejumlah kendala.
"Kendalanya terutama karakter lahan, akses, cuaca dan ketersediaan sumber air," ujarnya.