NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyambut optimistis kebijakan pemanfaatan kapal induk KRI Sriwijaya-100 untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam misi penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan di Indonesia.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa kehadiran kapal induk tersebut akan sangat membantu efisiensi distribusi logistik, armada kapal dan helikopter utama kebencanaan juga SAR ke wilayah yang sulit dijangkau.
Adapun misalnya pengalaman menghadapi penyaluran bantuan tanggap darurat bencana banjir bandang disertai longsor diperparah oleh fenomena Siklon Senyar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir 2025 lalu yang tantangannya mengandalkan distribusi udara - kapal laut setelah akses darat terputus.
Hal serupa juga pernah dialami setahun sebelumnya untuk penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Ruang di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Ribuan orang warga harus segera di evakuasi agar terhindar dari material vulkanik namun hanya ada beberapa kapal terdekat yang bisa menjangkau wilayah tersebut.