Kapal induk eks-ITS Giuseppe Garibaldi buatan Italia secara resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100 melalui upacara penurunan bendera di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9).

KRI Sriwijaya-100 memiliki dimensi panjang 180 meter, lebar 33 meter, bobot penuh 13.850 ton, serta sanggup menempuh daya jelajah hingga 7.000 mil laut dengan kecepatan maksimum 30 knot.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengungkapkan bahwa KRI Sriwijaya-100 diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang diproyeksikan menjadi pangkalan terapung (floating base) utama dalam mempercepat penanganan tanggap darurat bencana di wilayah kepulauan Indonesia.

Hal tersebut dinilai sangat dimungkinkan mengingat kapal induk ini juga mampu menampung awak hingga 550 orang, jauh lebih banyak dari daya tampung KRI Brawijaya-320 yang hanya sekitar 203 orang personel awak kapal.