NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen memulihkan roda perekonomian masyarakat terdampak bencana di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan memberdayakan jasa armada logistik dan material milik warga lokal dalam proyek pembangunan hunian tetap (huntap).

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut disepakati saat berdialog langsung dengan warga penerima manfaat di lokasi Relokasi Mandiri Tahap 2, Dusun Waidoko, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur, Kamis (1/10).

"Kami menyetujui usulan warga agar pengangkutan material dan logistik pembangunan hunian tetap menggunakan armada truk yang tersedia di lingkungan sekitar, sehingga roda perekonomian warga terdampak bisa berputar kembali," kata dia.

Suharyanto menjelaskan bahwa pembangunan huntap relokasi mandiri bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki tersebut mencakup 238 unit yang tersebar di 12 kecamatan, dengan sebaran terbesar berada di Kecamatan Wulanggitang (117 unit), Titehena (72 unit), dan Larantuka (25 unit).

Guna mendukung penyiapan lahan di seluruh titik pembangunan, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengerahkan unit alat berat ekskavator untuk mempercepat pematangan lahan secara gratis tanpa membebani kas daerah maupun warga.

Suharyanto kembali menekankan bahwa seluruh fasilitas hunian, baik huntap di Flores Timur maupun huntara dan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan di Kabupaten Sikka, diberikan murni sebagai wujud kehadiran negara.

"Masyarakat tidak akan dikenakan biaya sama sekali. Apabila ada pungutan dalam bentuk apa pun, segera lapor langsung ke saya dan akan saya tindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu," tegas dia.