NADIKABAR.COM β€” Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

β€œTentu tetap kami siagakan, baik itu personel maupun peralatan yang ada di kabupaten/kota di mana wilayah terbakar terjadi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa personel yang disiagakan itu tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 personel, Kalimantan Barat 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.287 personel, dan Kalimantan Selatan 7.927 personel.

Selain personel, peralatan penanganan karhutla juga tetap disiagakan BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota.

Kemudian, Berton menyatakan kesiapsiagaan BNPB tersebut tetap dipertahankan, meskipun titik api di sejumlah wilayah dilaporkan menurun. Langkah itu, kata dia, dilakukan untuk memastikan personel dan peralatan tetap tersedia apabila kebakaran kembali muncul.

Terkait penanganan melalui jalur udara, BNPB juga menyiagakan 61 armada yang terdiri atas 24 armada untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 37 armada untuk pengeboman air atau water bombing.

Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan guna mendukung pembasahan lahan serta mengurangi potensi meluasnya kebakaran.

Berton mengatakan hujan yang turun di sejumlah wilayah turut membantu upaya pemadaman, terutama untuk membasahi lahan yang terbakar.

"Semoga hujan tetap terjadi sehingga api semua padam, bara dalam permukaan pun tetap padam," ucap dia.

Meskipun begitu, kata dia melanjutkan, kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Saat ini, Berton menyampaikan pihaknya mencatat per 28 Oktober luas lahan yang terbakar di empat provinsi mencapai 359 hektare.

"Kami secara rinci bisa menyampaikan Kalimantan Tengah 10 hektare, Kalimantan Selatan 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Sumatera Selatan sebesar 262 hektare," kata dia.