β€œIdeologi kekerasan itu disebarkan kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan Indonesia tanpa harus menggunakan kekuatan militer dan sebagainya,” kata Wawan.

Menurut dia, guru tidak hanya bertugas mengajar materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter siswa dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

β€œGuru menjadi garda terdepan menjaga generasi muda dalam menangkal paham kekerasan,” ujarnya.

Wawan mengatakan pelatihan literasi digital berbasis moderasi tersebut membawa tiga pesan bagi guru dan tenaga pendidik. Pertama, guru perlu menjadi teladan karena anak-anak cenderung meniru perilaku daripada sekadar mendengarkan nasihat.

Kedua, guru diharapkan menjadi pendengar yang baik. Ketiga, guru perlu memproduksi dan menyebarkan pesan positif serta menyampaikan materi pembelajaran dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa.