NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kolaborasi untuk mencegah penyebaran ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme serta memastikan perlindungan anak pada era digital.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan ruang digital tidak hanya membuka akses anak terhadap informasi dan pengetahuan, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk paparan konten kekerasan dan paham ekstremisme.
"Perkembangan jaringan terorisme saat ini menunjukkan pergeseran strategi perekrutan dan penyebaran paham ke ruang digital," ujar Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Sebelumnya, pada Kamis (29/10), Kepala BNPT Eddy Hartono menerima audiensi Ketua KPAI Aris Adi Leksono dalam rangka memperkuat kerja sama dan kolaborasi.
Eddy berpendapat berbagai komunitas daring dan akun media sosial dapat menjadi sarana penyebaran konten kekerasan yang berpotensi memengaruhi cara berpikir dan perilaku anak serta kelompok usia muda.
Dia menuturkan pergeseran perkembangan jaringan terorisme saat ini lebih dominan beralih ke ruang digital.
Sejumlah tren ekstremisme berbasis kekerasan, termasuk salad bar extremism dan nihilistic violent extremism, berkembang pesat di ruang digital melalui komunitas dan akun media sosial yang membahas kekerasan, kejahatan, hingga pembunuhan.
Menurut Eddy, kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pencegahan yang tidak hanya berfokus pada pengawasan konten, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan literasi digital, serta membangun lingkungan yang mampu melindungi anak dari pengaruh ideologi kekerasan.