"MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp 330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp 260-an (triliun), terus menjadi Rp 240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, kepala badan MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp 200-an (triliun)," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Purbaya menambahkan, tahun depan pemerintah menganggarkan sekitar Rp 240 triliun untuk program tersebut. Meski begitu, Purbaya yakin anggaran tersebut juga masih dapat ditekan melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.
"Tahun depan juga dianggarkan Rp 240, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi," tutur Purbaya.
Ia juga menyebut Kementerian Keuangan turut melakukan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan secara efisien. Pegawai Kemenkeu di daerah akan mengawasi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara bergilir.
"Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," tutup Purbaya.