"Pelemahan dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang," paparnya.
Tekanan eksternal tersebut turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.
Nilai tukar rupiah sebelumnya ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/11) sore. Mata uang Garuda berada di level Rp18.160 per dolar AS atau turun 4 poin setara 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi memburuknya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar saham domestik.