Saat ini, ujar Destry, BI tengah berupaya mendorong aliran modal masuk atau inflow kembali melalui kebijakan yang lebih terarah. Ia menegaskan, stabilitas tetap menjadi prioritas utamanya terkait nilai tukar rupiah.
"Jadi kita tahu outflow memang terjadi. Artinya apa? Kalau outflow terjadi kan kita harus berusaha untuk menge-track lagi inflownya. Outflow itu masuk menjadi inflow gitu. Nah jadi kami kemarin juga melihat beberapa concern yang pertama tentu stabilitas itu tetap menjadi prioritas kami," tegasnya.
Destry menambahkan, pelemahan rupiah terjadi imbas sentimen global, termasuk sentimen investor asing di pasar modal. Sentimen global tersebut adalah eskalasi geopolitik di Timur Tengah, ketatnya arah kebijakan moneter AS, dan sentimen investor asing di pasar saham.