NADIKABAR.COM — Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menggelar pertemuan secara daring dengan FTSE Russell pada Jumat (23/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, lembaga penyedia indeks saham global itu mempertahankan status pasar modal RI di Secondary Emerging Market.
Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey menjelaskan terkait perkembangan reformasi pasar modal yang telah dijalankan yang mencakup tiga aspek utama, yakni transparansi, likuiditas, dan pengawasan (surveillance).
"FTSE menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan di pasar modal Indonesia," ungkap Jeffrey dalam konferensi persnya di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).