Joe mengakui bahwa banderol tinggi menjadi salah satu tantangan dalam memasarkan smartphone lipat.

"Kalau saya bilang, harganya kemahalan. Harganya bisa kita cek di website Apple, yang di luar negeri mulai dari 2.000 dolar," ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai harga jual iPhone Duo di Indonesia, Joe belum bersedia memberikan bocoran.

"Saya enggak bisa ngomong saat ini," katanya.

Menurut Joe, iPhone Duo tetap memiliki potensi pasar karena menjadi smartphone lipat pertama Apple. Hanya saja, jumlah peminatnya diperkirakan tidak akan sebesar iPhone 18 Pro Series.

"Karena yang pertama, peminatnya pasti ada. Apakah lebih banyak dari Pro Series? Rasa saya agak susah. Karena foldable itu ada segmen sendiri," jelas Joe.

"Jadi ada market-nya, tapi bukan mass market kalau menurut saya," pungkasnya.

Dengan sinyal terbaru dari Erajaya, konsumen Indonesia kini tinggal menantikan pengumuman resmi mengenai jadwal preorder, harga, dan ketersediaan iPhone Duo melalui jaringan iBox.