Bobby menyebut kebutuhan pengadaan kereta baru mencapai 23 trainset. Dari jumlah tersebut, delapan rangkaian menjadi kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi lebih dahulu.

"Banyak. Jadi ada delapan (trainset) yang urgent, kemudian total 23 trainset," ujarnya.

Perseroan menargetkan pengadaan 23 rangkaian baru tersebut dapat dipercepat dalam waktu dua hingga tiga tahun.

Kepastian pembatalan impor ini berbeda dari usulan Bobby dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada 23 September 2026.

Saat itu, ia mengusulkan impor KRL bekas dari Jepang sebagai solusi sementara untuk menutup kekurangan armada KRL Jabodetabek.

Usulan tersebut muncul di tengah pertumbuhan penumpang yang mencapai 11,3 persen pada semester I 2026 secara tahunan. Jumlah penumpang harian yang sebelumnya di bawah satu juta kini mencapai sekitar 1,1 juta orang.

Sementara itu, rata-rata usia kereta yang dioperasikan KAI telah lebih dari 41 tahun dan 13 trainset harus dikonservasi atau dipensiunkan pada 2026.