NADIKABAR.COM — Nathalia Filgueiras bermimpi adi pilot sejak usia 12 tahun, kata saudara perempuannya, Giulia. Pada usia 17 tahun, ia sudah mendapat lisensi pilot, bahkan sebelum punya SIM. Pada 1 November, Filgueiras (20) jadi salah satu pilot jet pribadi yang jatuh di area permukiman Palm Beach County, menewaskan kesembilan orang di dalamnya.
"Dia adalah gadis yang luar biasa. Dia selalu mengejar mimpinya. Dia menunjukkan gadis mana pun bisa melakukan apa yang diperlukan untuk mencapainya," kata Giulia Filgueiras.
Administrator NASA Jared Isaacman melalui medsos pribadi membela mendiang dari serangan troll di internet. Penyebab kecelakaan belum diketahui, namun hujan lebat dan badai petir terjadi di daerah itu saat pesawat jatuh.
Beberapa saat sebelum kecelakaan, seseorang dalam kokpit yang kemudian diidentifikasi sebagai Filgueiras mengatakan pada pengatur lalu lintas udara bahwa kru 'menangani masalah es', menghadapi turbulensi 'sedang', dan mencari 'jalur penerbangan lebih baik'. Rekaman ini memicu kritik karena dianggap kurang berpengalaman.
"Biarkan orang-orang menyelidiki, belajar, dan membagikan faktanya. Hormatilah mereka yang telah tiada dan keluarga yang membawa kenangan mereka. Tuhan memberkati mereka dan orang-orang yang mereka cintai," tulis Isaacman di X.
"Saya menulis ini dalam kapasitas pribadi, tapi saya telah menerbangkan pesawat jenis ini lebih dari 20 tahun dengan lebih dari 8.000 jam terbang, dan cukup familier dengan cara kerja dunia penerbangan carter. Saya merasa terdorong buka suara setelah melihat komentar seputar kecelakaan Lear 60 ini, mulai teori serangan rudal, isu DEI (keberagaman, kesetaraan, dan inklusi), hingga kritikan terhadap panggilan radio terakhir perempuan malang ini," tulis Isaacman.
Isaacman adalah pilot berpengalaman sekaligus astronaut komersial. Ia mendanai dan mengorganisasi dua penerbangan luar angkasa bersama SpaceX. Keduanya mengikutsertakan awak perempuan, dan misi pertamanya, Inspiration4, menampilkan pilot perempuan, Sian Proctor.
Administrator NASA itu menyatakan Filgueiras tetap bersikap profesional di sepanjang situasi tersebut, meskipun menyadari hidupnya akan segera berakhir. Ia terus berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara hingga saat-saat terakhir sebelum kecelakaan.
"Dia kemungkinan sudah tahu sejak sebelum melakukan banyak panggilan radio itu bahwa dia akan meninggal," tulisnya yang dikutip NadiKabar dari Florida Today.
"Saya memahami tingginya minat publik mengingat beredarnya rekaman video dan audio itu. Namun, Anda tak tahu riwayat perawatan pesawat itu, apa ada kegagalan struktural, apakah kegagalan tersebut dipicu turbulensi, kecepatan berlebih, kendali berlebih, maupun segala hal yang terjadi dalam kokpit itu," tulisnya.
Isaacman mengatakan sudah umum bagi perusahaan carter yang mengoperasikan jet-jet kecil untuk mempekerjakan pilot komersial yang terbilang baru, guna memberi mereka kesempatan mengumpulkan pengalaman sebelum beralih ke maskapai komersial.
Menurutnya, Filgueiras kemungkinan besar telah menjalani semua pelatihan, persyaratan, dan uji kelayakan yang diwajibkan Administrasi Penerbangan Federal (FAA).