"Saya berharap mental korban baik-baik saja ya, karena semalam saya sempat koordinasi sama psikolog, untuk mental health-nya," ungkapnya.

Selain itu, korban juga disebut lebih dari satu orang. ada beberapa korban lain yang jumlahnya sekitar 3-4 orang lain menghubunginya.

"Jadi kalau dibilang sebenarnya (korbannya) banyak. Ada beberapa yang DM (menghubungi) itu menyatakan modusnya sama. Diajak minum (alkohol), terus ditekan-tekan, terus kalau enggak mau atau berontak langsung dipecat," bebernya.

Vena menyebut beberapa korban adalah karyawan maupun orang yang pernah bekerja untuk SSY (64). Mereka bukan hanya yang bekerja di restoran Korea kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad.

"(Korban) ART itu kerja di rumah. Tapi banyak korban-korbannya itu malah yang melapor itu adalah justru pegawai-pegawainya dulu. Ada yang personal asistennya, ada yang dulu jadi penerjemahnya," tuturnya.

Diketahui, seorang karyawan restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad perempuan berinisial MAD (28) diduga jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu disebut dilakukan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.