Ia mengaku mengalami kekerasan seksual berulang kali dalam rentang waktu beberapa bulan hingga sempat berpikir ingin mengakhiri hidupnya.
"Saya sudah mau bunuh diri waktu itu, sampai kapan saya sayang sama anak-anak, tapi saya juga harus sayang sama diri saya," ungkapnya.
Selain MAD (28), ada pula asisten rumah tangga (ART) berinisial SUF (24) yang turut menjadi korban. Dua orang tersebut telah melapor ke Polrestabes Surabaya.
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari menyebut saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Proses njeh (ya)," ujar Melatisari saat dikonfirmasi NadiKabar, Jumat (21/8/2026).