MUI Jatim mengapresiasi langkah tabayyun yang ditempuh Setyo. Kiai Nur Fauzi menyampaikan bahwa Islam selalu mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan.

"MUI senantiasa terbuka menerima siapa saja yang berniat baik untuk melakukan tabayyun. Kami mengapresiasi langkah Bapak Setyo Budi Mularso yang telah datang langsung untuk mengklarifikasi dan meminta maaf," ujar Kiai Nur Fauzi, dikutip dari laman MUI.

Sementara itu, Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jatim, Andriyanto, menegaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan kepatuhan hukum demi menjaga kondusivitas masyarakat.

Polemik ini bermula saat Setyo hadir dalam program acara live salah satu stasiun televisi swasta nasional pada Selasa (8/9/2026) malam. Saat itu, ia secara spontan menyebut MUI Jatim "goblok" di hadapan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma'ruf Khozin, lantaran tidak terima dengan dikeluarkannya fatwa haram sound horeg.

Sebelum momen tabayyun ini terjadi, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin sempat memberikan tanggapan santai terkait umpatan tersebut. Kiai Ma'ruf mengaku tidak menyimpan dendam dan menganalogikan posisinya seperti seorang dokter.

"Nggak ada, biasa saja. Bagi kami, kalau dikatain seperti itu ya kami memang selalu harus belajar setiap hari," ungkap Kiai Ma'ruf, kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).