NADIKABAR.COM — Bupati Boyolali, Agus Irawan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan tahun 2026. Dalam SK bernomor 100.3.3.2/487 tahun 2026 itu disebutkan ada 11 Kecamatan yang mengalami kekeringan. Meliputi Kecamatan Ampel, Gladagsari, Cepogo, Selo, Musuk, Tamansari, Andong, Kemusu, Wonosamodro, Wonosegoro dan Juwangi.

"Bupati sudah mengeluarkan SK tentang penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Boyolali tahun 2026," ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, ditemui usai Rakor Penanganan Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Ruang Merbabu, Kantor Bupati Boyolali, Jumat (21/8/2026).

Sedangkan daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terdapat 9 kecamatan. Yakni Kecamatan Cepogo, Gladagsari, Selo, Musuk, Tamansari, Juwangi, Kemusu, Wonosegoro dan Wonosamodro.

Penetapan status siaga darurat tersebut dalam rangka penanganan keadaan darurat bencana kekeringan dan karhutla. Berlaku sejak 21 Juli hingga 31 Oktober 2026 dan diperpanjang maupun dicabut, berdasarkan kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana.