Menurut Ari, seiring dengan dikeluarkannya SK tentang penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan Karhutla itu, Pemkab Boyolali juga membuka Pos Komando. Posko penanganan darurat bencana kekeringan dan Karhutla itu berada di BPBD Boyolali.
"Iya, seiring dengan adanya SK penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan Karhutla itu juga dibuka Posko di BPBD," jelas Ari.
Dijelaskan Ari, Pemkab Boyolali telah menyiapkan anggaran untuk bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan. Anggaran yang dipatok dalam APBD murni 2026 sebesar Rp 134 juta. Anggaran sebesar itu untuk 250 tangki.
"Ini sudah keluar (terpakai untuk droping air bersih) baru 100-an tangki," ungkap dia.