Anggaran tersebut jika kurang, lanjut Ari, untuk pemenuhan kebutuhan droping air bersih ke masyarakat nanti akan dianggarkan di APBD perubahan 2026.
Dikemukakan pula, dalam droping air bersih ini tidak hanya dilakukan oleh Pemkab Boyolali saja. Namun juga bekerja sama dengan instansi lain, komunitas dan elemen masyarakat.
"Kalau mengandalkan dari Pemkab saja tidak cukup. Kita kolaborasi dengan komunitas dan lainnya. Banyak juga dari masyarakat yang langsung turun memberikan bantuan dan ini tidak tercatat," imbuhnya.
Hingga saat ini, beber Ari, sudah sebanyak 1,488 juta liter air bersih yang telah disalurkan ke masyarakat. Tersebar di 29 desa di 10 kecamatan.