NADIKABAR.COM β€” Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan kesiapan dan keandalan energi untuk mendukung kebutuhan listrik industri data center (pusat data) yang dipetakan mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan energi dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci dalam mendukung transformasi Batam sebagai pusat data center regional.

"Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya," ujar Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Kepmen ESDM Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam.

Menurut dia, kebijakan energi harus menghasilkan tiga manfaat sekaligus yakni listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, kepastian operasional bagi investor, serta pertumbuhan ekonomi Batam yang berkelanjutan.

Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen dan pipeline data center teridentifikasi mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

Tahun 2029 diproyeksikan menjadi titik kritis ketika kebutuhan listrik data center mulai melampaui separuh beban puncak Batam.

Sementara itu, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 MW pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035, dengan rencana peningkatan daya mampu pasok hingga 3.691 MW.

Menghadapi pertumbuhan tersebut, BP Batam mendorong paradigma β€˜Utility First, Investment Follows’ melalui lima prioritas.

Pertama yakni tarif listrik kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi investasi dengan kesiapan utilitas.

"Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional," katanya menegaskan.