βJadi air laut masuk ke fasilitas pengolahan SWRO. Saat sudah selesai treatment pengolahan, akan ditampung ke dalam tangki-tangki sebelum didistribusikan ke pusat data di Kabil dan Nongsa,β katanya.
Ia mengatakan kebutuhan air setiap pusat data berbeda-beda, bergantung pada kapasitas dan teknologi yang digunakan.
βSebagian fasilitas membutuhkan sekitar 10 liter per detik (LPS), sementara pusat data berkapasitas lebih besar mungkin memerlukan hingga 100 LPS,β katanya.
Namun, perkembangan teknologi juga memungkinkan sebagian pusat data terbaru mengurangi atau bahkan tidak menggunakan air dalam sistem pendinginannya.
Terkait pembuangan limbah hasil pengolahan SWRO, Peters mengatakan air pekat dengan kandungan garam yang tersisa dari proses pengolahan akan melalui penanganan khusus sebelum dibuang kembali ke laut.