Menurut dia, status tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari ke depan dan akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan karhutla serta kondisi cuaca di Kalbar.

"Kami akan evaluasi terus. Kami berharap mudah-mudahan ini tidak terjadi. Kalau dilihat dari trennya, ini kan sudah semakin membaik, semakin menurun," katanya.

Terkait masih munculnya kabut asap di Kota Pontianak, BPBD Kalbar menyebut kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan angin yang mengarah ke wilayah Kalbar. Namun pihaknya tidak menyimpulkan secara spesifik bahwa asap berasal dari daerah tertentu di luar Kalbar.

Berdasarkan pemantauan melalui sejumlah aplikasi, sumber asap tidak hanya berasal dari wilayah Kalbar karena sejumlah daerah lain di Kalimantan juga masih mengalami kebakaran, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.